
Alhamdulilah ini pertama kali saya menulis di blog Yuk Hijrah, kali ini saya akan berbagi mengenai pengertian aqidah islam, kenapa saya membahas tentang aqidah karena, ini penting bagi kita dalam belajar islam sebagai landasan dari ajaran islam. sebelum berlanjut ke dalam bab selanjutnya alangkah baiknya kita mesti mengerti pengertian aqidah islam.
Pengertian aqidah dalam bahasa arab itu ikatan asal kata dari al-aqdu yaitu ikatan, dalam istilah penertian aqidah itu iman yang teguh dan pasti, tidak ada keraguan sedikitpun.
Aqidah Islamiyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah SWT dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepadaNya, beriman kepada para malaikatNya, rasul-rasulNya, kitab-kitabNya, hari Akhir, takdir baik dan buruk. Semua hal tersebut memiliki sumber Al-Qur’an dan hadis.
Pengertian aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Setiap agama memiliki aqidah sendiri yang dipercayai. Dalam Islam, aqidah yang dimiliki umat Islam berasal dari Allah SWT, Dzat yang Maha Mengetahui.
Salah satu buktinya adalah dengan merunut kisah para nabi dan apa yang diajarkannya. Allah mengutus nabi dan rasul dengan jarak yang bervariasi antara satu dengan lainnya. Bahkan bisa berjarak ratusan tahun. Selain itu, lokasi para nabi tersebut berdakwah juga berbeda-beda. Namun, jika melihat dari ajaran yang disampaikan, maka aqidah yang diajarkan oleh para nabi tersebut merupakan aqidah yang sama.
Berkebalikan dengan aqidah yang benar, aqidah yang salah adalah segala bentuk aqidah yang bertentangan dengan wahyu dan firman Allah SWT. Termasuk aqidah yang bersumber dari akal manusia, wahyu yang diselewengkan, dan lain sebagainya. Jadi, pengertian aqidah adalah yang bersumber dari wahyu dan firman Allah SWT dari Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalam Islam, aqidah adalah masalah-masalah ilmiyah yang asalnya dari Allah SWT dan Rasul. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk memiliki keyakinan yang utuh terhadap hal tersebut sebagai bentuk pembenaran terhadap Allah SWT dan Rasulnya.
Sebenarnya, aqidah merupakan istilah baru yang tidak dikenal dalam Al-Qur’an dan Sunah. Namun, penggunaan istilah yang jamak di kalangan para ulama menjadikan istilah ini boleh digunakan. Istilah lain yang semakna dengan aqidah di antaranya adalah fiqhul akbar, iman, sunah, tauhid, syariah, dan ushuluddin.
Masing-masing istilah ini sering kali dipakai secara khusus sesuai dengan makna yang lebih luas ataupun lebih sempit dari pengertian aqidah. Seperti istilah iman yang membahas mengenai ketundukan terhadap wahyu, atau istilah ushuluddin yang sering digunakan sebagai istilah dalam menyebut fakultas aqidah sebagai fakultas ushuluddin di beberapa universitas Timur Tengah.
Penjabaran Tauhid
Ada beberapa macam penjabaran tentang tauhid menurut ulama, yaitu sebagai berikut:
- Al-Uluhiyyah, (al-Fatihah ayat 4 dan an-Nas ayat 3). Mengesakan Allah SWT dalam ibadah, yakni beribadah hanya kepada Allah dan karenaNya semata.
- Ar-Rububiyyah, (al-Fatihah ayat 2, dan an-Nas ayat 1). Mengesakan Allah SWT dalam perbuatanNya, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah yang mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta ini.
- Al-Asma' was-Sifat, (al-Ikhlas ayat 1-4, dan an-Nahl ayat 62). Mengesakan Allah SWT dalam asma dan sifatNya, artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah SWT, dalam dzat, asma maupun sifat.
Tauhid itu cuma satu tidak dibagi-bagi, menjadikan satu sebagaimana makna asalnya dengan tiga macam penjabaran/penjelasan, seperti yang tersebut di atas dan tidak ada istilah Tauhid Mulkiyah ataupun Tauhid Hakimiyah karena istilah ini adalah istilah yang baru.
Apabila yang dimaksud dengan Hakimiyah itu adalah kekuasaan Allah SWT, maka hal ini sudah masuk ke dalam kandungan Rububiyah Allah SWT. Apabila yang dikehendaki dengan hal ini adalah pelaksanaan hukum Allah SWT di muka bumi, maka hal ini sudah masuk ke dalam Uluhiyah Allah, karena hukum itu milik Allah SWT dan tidak boleh kita beribadah melainkan hanya kepada Allah SWT semata.
Posting Komentar
Posting Komentar